Ready to Wear vs Haute Couture: Apa Bedanya?

Dalam dunia fashion, istilah Ready to Wear vs Haute Couture sering digunakan. Keduanya sama-sama terlihat mewah, tetapi sebenarnya memiliki perbedaan besar dari segi produksi, eksklusivitas, hingga harga.

Ready to Wear (Prêt-à-Porter)

Ready to Wear adalah pakaian siap pakai yang diproduksi dalam jumlah lebih dari satu dan menggunakan ukuran standar yang diakui secara internasional, yaitu: S, M, L atau beberapa menggunakan ukuran angka seperti 4, 5, 6, 7 untuk anak – anak dan 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14 untuk dewasa.

Ciri-cirinya:

  • Diproduksi massal
  • Tidak dibuat khusus untuk satu orang
  • Tersedia di butik atau toko fashion
  • Harga lebih terjangkau dibanding couture
  • Tetap bisa terlihat eksklusif meskipun bukan custom

Banyak brand besar seperti Chanel dan Givenchy memiliki lini Ready to Wear selain koleksi couture mereka.

ready-to-wear-vs-haute-couture

Haute Couture (Adibusana)

Haute Couture berasal dari bahasa Perancis yang berarti “jahitan tinggi”. Ini adalah busana yang dibuat khusus dan eksklusif untuk satu klien, dengan proses pengerjaan detail dan teknik tingkat tinggi.

Ciri-cirinya:

  • Dibuat custom sesuai ukuran tubuh klien
  • Menggunakan teknik jahit premium & detail handmade
  • Fitting dilakukan beberapa kali
  • Diproduksi sangat terbatas (bahkan satu-satunya)
  • Harga sangat tinggi
  • Harus memenuhi standar ketat di Paris untuk disebut resmi haute couture

Untuk seorang desainer atau penjahit dapat dikatakan menghasilkan sebuah adibusana, maka harus mengikuti beberapa pakem yang ditetapkan oleh asosiasi busana Haute Couture di Paris, antara lain:

  1. Desain yang dihasilkan merupakan desain yang secara khusus dipesan oleh klien dan benar – benar sesuai dengan ukuran serta bentuk tubuh klien tersebut. Sehingga dalam pengerjaannya bisa dilakukan fitting hingga berkali – kali sampai ditemukan kecocokan dan kesesuaian dengan keinginan klien.
  2. Teknik menjahit yang dipergunakan merupakan teknik menjahit tingkat tinggi yang mengedepankan detail, kerapian, serta kehalusan hasil jahitan. Bahan – bahan seperti kancing, renda, border, bahkan hingga resleting merupakan hasil pengerjaan yang dilakukan oleh desainer itu sendiri.

Proses pengerjaan yang begitu detail dan penuh kehati-hatian inilah yang menyebabkan harga produk adibusana melambunga jauh diatas harga lini siap pakai. Ditambah lagi, gaun yang dihasilkan hanya dapat dikenakan oleh satu pemesan khusus yang membuatnya lebih eksklusif dan jauh dari kesan pasaran.

Tetapi, apakah konsumen yang mengenakan busana dengan merek Chanel atau Givency berarti telah mengenakan karya Haute Couture? Jawabannya adalah “tidak”. Ingat bahwa busana couture dibuat dengan desain dan ukuran spesifik yang hanya dapat dikenakan oleh pemesannya. Jadi, meskipun busana – busana yang dipajang dan dijual di butik – butik terkenal merupakan karya perancang couture, selama diproduksi dengan jumlah lebih dari satu, maka termasuk dalam kategori baju siap pakai.

Tabel Perbandingan Ready to Wear vs Haute Couture

AspekReady to WearHaute Couture
ProduksiMassalCustom (satu per klien)
UkuranStandar (S, M, L)Ukuran pribadi
FittingTidak wajibBeberapa kali fitting
EksklusivitasTidak terlalu eksklusifSangat eksklusif
HargaLebih terjangkauSangat mahal
Detail PengerjaanMesin & kombinasi manualDominan handmade detail tinggi
KetersediaanToko & butikPesanan khusus

Jika Anda ingin pakaian yang praktis dan langsung bisa dipakai, Ready to Wear adalah pilihan tepat.
Namun jika menginginkan busana yang benar-benar unik, eksklusif, dan dibuat khusus sesuai tubuh Anda, maka Haute Couture adalah level tertinggi dalam dunia fashion.